Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin

Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin

 

QS. 3. Aali ‘Imraan : 28.

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).”

QS. 4. An-Nisaa’ : 144.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?”

QS. 5. Al-Maa-idah : 57.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

2.  Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :

QS. 9. At-Taubah : 23.

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”

3. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia

QS. 3. Aali ‘Imraan : 118.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN  KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

QS. 9. At-Taubah : 16.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

4. Al-Qur’an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam

QS. 28. Al-Qashash : 86.

“Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir.”

QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”

5. Al-Qur’an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim

QS. 3. Aali ‘Imraan : 149-150.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.”

6. Al-Qur’an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim

QS. 4. An-Nisaa’ : 141.

“…… dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”

7. Al-Qur’an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin QS. 4. An-Nisaa’ : 138-139

 

“Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”

8. Al-Qur’an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 5. Al-Maa-idah : 51.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak  memberi petunjuk kepada orang-orang yang ZALIM.”

9. Al-Qur’an memvonis fasiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 5. Al-Maa-idah : 80-81.

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang FASIQ.”

10. Al-Qur’an memvonis sesat kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 60. Al-Mumtahanah : 1.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu     karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu  nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus.”

11. Al-Qur’an mengancam azab bagi yang jadikan kafir sbg Pemimpin / Teman Setia

QS. 58.  Al-Mujaadilah : 14-15.

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat  keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”

12. Al-Qur’an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi sasaran fitnah orang kafir

QS. 60. Al-Mumtahanah : 5.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Al Quran

RESIKO MANUSIA YANG MENGINGKARI AL QUR’AN

Barangsiapa berpaling daripada Al Qur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat, (QS. 20:100)
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS. 20:124)
Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” (QS. 20:125)
Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. (QS. 20:126)
Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal. (QS. 20:127)
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. “.(QS. 2:39)
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Qur’an) Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih. (QS.16:104)
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (QS.43:36)
Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. (QS.43:37)

 

Hakekat Kesombongan

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. (HR. Muslim no. 91)

 

Pernyataan  Abu Janda al-Boliwudi:

ANGKA TAK PERNAH BERBOHONG

Sila pertama Pancasila adalah “Ketuhanan yang Maha Esa”, artinya Indonesia adalah negara SEKULER ISLAMI karena falsafah negaranya mewajibkan umat Muslim untuk menyembah Allah.

Ideologi Republik Indonesia tidak perlu di-Islamkan lagi karena sudah cukup Islami. Pancasila adalah HUKUM ALLAH SWT di bumi. Melawan Pancasila berarti melawan Allah, habis cerita.

Maka ketika seorang Pemimpin Non Muslim dipilih oleh rakyat untuk memimpin rakyat yang mayoritas Muslim adalah SAH HUKUMNYA kaena dinaungi oleh falsafah islami Pancasila hukum Allah di bumi.

Apalagi bila pemimpin non muslim tersebut menegakkan Syariat Islam menutup 2 lokalisasi besar yang mana seluruh pemimpin muslim sebelumnya TIDAK MAMPU menutupnya.

Matematika adalah kejujuran absolut karena angka tidak akan pernah berbohong.

اللّهُمّ صَلّ عَلَى مُحَمّدٍ وَآلِ مُحَمّدٍ
Ustad Abu Janda al-Boliwudi

Jawab:

Pancasila bukanlah HUKUM ALLAH SWT. Pancasila buatan manusia yang tidak terlepas dari salah, lupa dan hawa nafsu syaiton. Al Quran adalah kalamullah. Mengikuti Al Quran berarti mengikuti hukum Allah, mengikuti Pancasila berarti mengikuti hukum buatan manusia. Habis cerita.

* siap-siap dituduh wahbabi, muslim garis keras, intoleran yg kerap diskriminasi SARA. semoga mencerahkan.

 

Ghofur Dzulhikam kalau bahas negara, kenapa pakai Islami Islami segala tad? apakah Islam jadi standard negara? tidak kan? kalau gak Islami terus kenapa?
klaim Islami perlu diluruskan. sering djumpai suatu kebaikan dianggap Islami. contoh, Ahok bersikap bla bla. lalu org bilang, walaupun Ahok non muslim tapi jiwanya Islam.
hellowwowow, apakah kebaikan cuma milik Islam? apa agama lain, kristen hindhu, budha mengajarkan kejahatan? tidak kan? mohon koreksi

Jawab:

Ini kejahatan apa bukan?

ckpsdrxveaapk8m

Miras

ccq-nfkukaab0v5

b0hay87ceaacv0s

Andrew Marto Imanuel Mana berani mereka nutup lokalisasi!!! Lah wong mereka makan dan hidup dari hasil “malak” di lokalisasi.. #fakta

Jawab:

Fitnah apa fakta? Seeing is believing!  Tolong kasih skrinsut atau bukti otentik. Jika memang mereka makan dan hidup dari hasil malak, gw siap loncat dari monas.

 

Fikri Ainal Yaqien ya betul… sohih, gerakan anarkisme tidak bisa mengubah apapun,, peraturan lah yg benar berlaku untuk melakukan sebuah tindakan dan perubahan…PANCASILA

 

Jawab:

Dari zaman orde lama, orde baru, orde reformasi sampe orde tipu mana ada buktinya Pancasila bisa membawa kejayaan bangsa dan negara? yang udah jelas jelas terbukti utang nambah banyak & kerusakan moral dimana mana. Pernyataan yang sesuai dengan fakta adalah Pancasila tidak membawa perubahan apa apa baik moral maupun materiil.

 

Ya’Qub Rumlie Like insya Allah ada hikmah sejarah gusdur juga begitu beliau merangkul semua golongan termasuk keturunan tionghoa mereka sangat memuliakan beliau padahal beda keyakinan tapi gusdur mempunyai kebijakan berpancasila sama seperti ko Ahok… MUI aj membela ahok kenapa kita tidak

Jawab :

Gus Dur itu kan wali setan. Kalo emang Gus Dur itu benar ajarannya harusnya dia berani dong menjawab tantangan mubahalah habib Rizieq. Ingat! Berani karena benar, takut karena salah. Yang percaya sama Gus Dur ya berarti pengikut wali Setan.

 

Brama Philips Ngece ya tad. Lokalisasi emang gak di sweeping.
Kalo warteg kecil pinggir jalan kan uda ane sweeping fake fentung semua!

Kalo Alexis, Ahok Berani nutup ga?  Siap siap terjun dari Monas kalo dia berani nutup Alexis.

Gerson Heince DotulongSekedar info:yang di tutup bu risma bukan hanya dolly, tapi ada MORO SENENG, KREMIL, BANGUN SARI, JARAK ini semua tempat lokalisasi yang di tutup bu risma..tapi sayang masalah hiburan sepak bola tidak seperti walikota cak narto.

 

bu Risma kepala daerah yang memiliki otoritas, kebijakan dan kekuasaan untuk menegakkan konstitusi. Habib Rizieq bukan kepala daerah. Masa kepala daerah di samainnya dengan yang bukan kepala daerah sih? Dimana logikanya? IQ Hookers berapa?

 

Tapi kenapa para politisi partai Islam masih didukung oleh banyak orang? Karena mereka menjual ayat. Mereka memanfaatkan ketakutan orang pada siksa neraka. Maka mereka membangun dalil, bahwa haram hukumnya memilih pemimpin yang bukan muslim. Benarkah? Kalau begitu, bagaimana hukumnya bernegara yang bukan negara Islam? Haram atau halal? Kalau memilih pemimpin yang non-muslim itu haram, seharusnya hidup dalam suatu tempat yang bukan negara Islam juga haram, bukan? Nah, bagaimana hukumnya berpolitik di dalam sistem yang bukan sistem Islam?

 

Jawab:

Bernegara di sebuah daerah yang bukan negara Islam tidak ada larangannya satu ayatpun. Coba cari ayatnya mana yang melarang untuk tinggal di daerah yang bukan negara Islam. Ada? Tapi kalo melarang pemimpin kafir jumlahnya belasan. Lihat  bagaimana kehidupan beragama di Papua, Bitung, Poso dan Bali dimana muslim minoritas! Lihat bagaimana mereka berada di daerah mayoritas muslim. Atau memang anda berharap memiliki pemimpin yang tidak mempedulikan Islam?

caulka5vaaersjb

 

Tanya:

ga suka

 

Jawab:

Pemimpin non Muslim sih udah jelas jelas tapir & di larang dalam Al Quran. Nah kalo pemimpin negeri sebenernya bukan muslim tapi dia orang Munafik.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s